Jokowi buka Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan di UMY

PDMJOGJA.ORG – Kabupaten Bantul, Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan ini digagas oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam rangka menyambut Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada tanggal 20 Mei 2016. Konvensi ini bertujuan untuk mendapat inspirasi-inspirasi tokoh-tokoh dari sabang sampai merauke untuk mengagas penanggulangan masalah-masalah yang terjadi di indonesia. Sesuai dengan temanya yaitu “jalan perubahan membangun daya saing bangsa”.

Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan ini dibuka oleh Presiden Republik Indonesia bapak Ir. Joko Widodo dan dihadiri oleh Mentri Pembanguna (Puan Maharani), Gubernur DIY (Sri Sultan Hamengkubuwono X) , Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah (H.Haedar Nashir, M.si) , pejabat muhammadiyah, seluruh jajaran muhammadiyah dan tamu undangan. Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan ini diikuti oleh banyak peserta dan meliputi beberapa rangkainan kegiatan, seperti pembukaan, seminar, rapat pleno, gala diner politis, dan penutupan.

Konvensi Indonesia Berkemajuan

Dalam pidato pembukaannya Bapak Presiden menyampaikan bahwa Indonesia masih jauh tertinggal dari negara ASEAN yang lainnya, Indonesia ada di posisi ke 4 Negara Asean. Sehingga menurut beliau ketertinggalan Indonesia disebabkan oleh beberapa sektor. Salah satunya adalah proses birokrasi yang sulit dan berbelit-belit. Indonesia mempunyai sekitar 43000 aturan dan diantaranya 3000 perda bermasalah. Ini menjadi salah satu masalah yang akhirnya membuat indonesia tertinggal jauh dengan negara lain. Pak Presiden mengatakan “Kita terlalu sering membesar-besarkan masalah. Kita pelu berfikiran terbuka, berfikiran positif, dan usaha yang keras. Agar bisa mengejar Negara lain. Kalau tidak kita akan tertinggal jauh dari negara lain.” Presiden juga menyampaikan bahwa Indonesia perlu mengembangkan dan memperluas pertanian, industri, manufaktur, dan jasa. Kerja sama pemerintah harus digalakkan maju dan untuk menjadi bangsa pemenang kita harus bersatu. Jangan mau diadu domba dan jangan mau dipisahkan.

Setelah Bapak Presiden memberi sambutan, acara pun di buka oleh beliau dengan memukul gong didampingi Ketua PP Muhammadiyah, Mentri Pembangunan, Gubernur DIY, dan Rektor UMY. Sorak tepuk tangan dari hadirin pun berseru di Ruang Sportorium UMY. Kemudian Bapak Presiden menandatangani 5 prasasti dari beberapa proyek amal usaha muhammadiyah.

Saat Bapak Presiden akan meninggalkan ruang sportorium, riuh sambutan dari para hadirin pun kian ramai, apalagi saat Bapak Presiden melabaikan tangan ke arah tribun atas, deru tepukan makin mengencang.

Kabarnya penutupan dari cara Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan ini akan ditutup oleh bapak Wakil Presiden pada besok malam di sportorium UMY.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...

Artikel Terkait