Hak Pasien di Rumah Sakit (2)

Gambar Hak Pasien di Rumah Sakit (2)
Ahmad Ahid Mudayana, S.KM, M.PH.
Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan, Ketua Majelis Pendidikan Kader Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta

Setiap pasien di rumah sakit memiliki hak yang sama dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Hak-hak tersebut sudah tercantum dalam Undang-undang Nomor 44 tahun 2009 tentang rumah sakit pada pasal 32. Pada bagian sebelumnya sudah disampaikan sebagain hak pasien dirumah sakit. Selanjutnya akan dijelaskan hak-hak pasien berikutnya. Kesembilan, setiap pasien berhak mendapat informasi yang meliputi diagnosis dan tata cara tindakan medis, tujuan tindakan medis, alternatif tindakan, risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi, dan prognosis terhadap tindakan yang dilakukan serta perkiraan biaya pengobatan. Komunikasi antara dokter dengan pasien menjadi salah satu kunci keberhasilan pelayanan kesehatan. Setiap petugas pelayanan kesehatan dituntut untuk komunikatif sehingga mampu memberikan informasi secara jelas. Pasien juga dituntut untuk berperan aktif didalam memberikan serta meminta informasi kepada petugas kesehatan. Hal ini akan mengurangi kesalahan didalam pelayanan kesehatan. Salah satu faktor yang sering terjadi yang menyebabkan kesalahan dalam pelayanan kesehatan salah satunya yaitu kegagalan informasi. Maka, antara dokter dan pasien harus menjalin komunikasi dengan baik sehingga dapat mencegah dari kesalahan dalam pelayanan kesehatan.

Kesepuluh, pasien berhak memberikan persetujuan atau menolak akan dilakukan oleh tenaga kesehatan terhadap penyakit yang diderita. Persetujuan atau penolakan yang dilakukan oleh pasien hendaknya diberikan secara tertulis dalam lembar persetujuan ( informed consent. Hal ini dilakukan untuk melindungi pasien maupun petugas kesehatan jika terjadi sesuatu hal yang tidak diingimkan semisal pasien meninggal dunia. Kesebelas, pasien dalam kondisi kritis berhak untuk didampingi oleh keluarga. Hal ini dilakukan karena asas perikemanusiaan dan meringankan beban pasien sehingga merasa tenang karena berada disamping keluarga. Hal ini juga dapat memotivasi pasien untuk terus berjuang melawan penyakit yang diderita.

Kedua belas, pasien berhak menjalankan ibadah sesuai agama atau kepercayaannya tanpa mengganggu pasien yang lain. Toleransi antar umat beragama harus dijunjung dimanapun berada selama tidak mengganggu ketentaraman dan kenyamanan pasien yang lain. Ketiga belas, pasien berhak memperoleh keamanan dan keselamatan dirinya selama perawatan di rumah sakit. Keselamatan pasien di rumah sakit harus menjadi fokus utama bagi semua pihak rumah sakit. Maka, diharapkan tidak ada lagi laporan kasus dugaan malpraktik yang dilakukan oleh petugas kesehatan.

Keempat belas, pasien berhak mengajukan usul, saran, perbaikan atas perlakuan rumah sakit terhadap dirinya. Hal ini dilakukan untuk menghindarkan pasien dari perlakuan diskriminatif yang masih terjadi pada pelayanan kesehatan. Pelayanan yang diskriminatif masih kita temui dalam pelayanan kesehatan. Diharapkan dengan adanya aturan ini semua pasien mendapat hak yang sama. Maka dari itu setiap petugas di rumah sakit tidak boleh membeda-bedakan dalam melakukan pelayanan kesehatan kepada pasien. Kelima belas, pasien memiliki hak untuk menolak pelayanan bimbingan rohani yang tidak sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianut. Hal ini demi menjaga kerukunan antar umat beragama dan rasa saling menghargai.

Keenam belas, pasien memiliki hak untuk menggugat dan/atau menuntut rumah sakit apabila diduga memberikan pelayanan yang tidak sesuai dengan standar baik secara perdata ataupun pidana.pasien dalam mengajukan gugatan atau tuntutan harus disertai dengan bukti-bukti yang kuat seperti hasil visum, hasil rekam medis, hasil laboratorium atau bukti lainnya yang menguatkan. Hal ini dilakukan untuk menghindarkan pasien dari tuntutan balik pihak rumah sakit. Selain itu, juga untuk membuktikan bahwa langkah yang ditempuh pasien memang benar.

Ketujuh belas, pasien berhak mengeluhkan pelayanan rumah sakit yang tidak sesuai dengan standar pelayanan melalui media cetak dan elektronik sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Semakin majunya teknologi dan semakin meningkatnya pengetahuan masyarakat menjadi penyebab mudahnya masyarakat melaporkan dugaan-dugaan kesalahan yang dilakukan pihak rumah sakit. Adanya poin ini juga dapat melindungi pasien dari gugatan pencemaran nama baik dari pihak rumah sakit akibat keluhan pasien yang disampaikan secara terbuka kepada masyarakat baik melalui media cetak atau elektronik. Hal ini juga harus menjadi perhatian bagi rumah sakit untuk terus melayani sesuai dengan standar baku mutu yang sudah ditetapkan jika tidak ingin dikeluhkan oleh pasien secara terbuka dimedia. Adanya hak-hak pasien yang dilindungi oleh undang-undang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Jangan sampai pelayanan kesehatan kita semakin tertinggal jauh dengan Negara lain terutama Negara tetangga. Hal ini juga dapat merugikan Negara ini karena akan semakin banyak masrakat yang berobat ke luar negeri seandainya mutu pelayanan kesehatan di negeri sendiri tidak meningkat.

Pasien berhak memperoleh layanan yang manusiawi, adil, jujur, dan tanpa diskriminasi
Pasien berhak memperoleh layanan yang manusiawi, adil, jujur, dan tanpa diskriminasi (Sumber gambar : klik disni)

Artikel ini pernah dimuat di Rubrik Kesehatan Majalah Mentari Bulan 6 Tahun 2015, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...

Artikel Terkait