Ghirah

Gambar Ghirah
Drs. AMK Affandi
Staff pengajar di SMP 4 Muhammadiyah Kota Yogyakarta

Arti Ghirah yang terkandung dalam Al-qur’an memiliki beberapa makna. Ghirah bisa berarti kecemburuan, ketersinggungan. Ghirah bisa juga bermakna semangat untuk membela agama dan upaya untuk melakukan amal shalih. Buya Hamka mengartikan ghirah sebagai cemburu. Dalam arti cemburu karena perempuan dan cemburu karena agama. Keduanya menurut Hamka adalah simbolnya masih hidupnya jiwa seseorang utamanya seorang muslim. Artinya jika sudah tak ada lagi ghirah ini “Ucapkanlah takbir empat kali ke dalam tubuh ummat Islam itu. Kocongkan kain kafannya lalu masukkan ke dalam keranda dan hantarkan ke kuburan”.

Secara implisit Hamka menyampaikan argumentasinya menyebut ghirah sebagai nyawa kita dengan mengutip syair Ali bin Abi Thalib r.a. Sahabat dan sepupu Nabi SAW berkata saat menyindir orang yang sudah luntur ghirahnya (sebagaimana dikutip oleh Buya Hamka): “Sangat awaslah kalau harta bendanya tersinggung tetapi tak ada perasaannya apabila agamanya kena musibah”.

Dalam tulisan berikut tidak membahas tentang ghirah sebagai arti cemburu, tetapi lebih menekankan pada makna melakukan amal shalih. Karena beramal shalih bukan hanya ibadah mahdhah. Beramal shalih adalah semua aktifitas yang dilakukan seseorang sehingga bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain.

Beramal shalih harus memiliki ilmu. Tanpa ilmu, amal shalih akan terasa berat, tidak efektif efisien, dan kurang mengena sasaran. Energi untuk beramal shalih adalah niat. Dalam Bahasa sekarang lebih dikenal dengan motivasi. Orang yang memiliki motivasi yang tinggi biasanya menghasilkan sesuatu yang tinggi pula. Dengan demikian amal shalih juga anak bernilai tinggi dihadapan Allah dan bermanfaat bagi orang lain.

Motivasi adalah dorongan yang mengarahkan seseorang ke arah suatu tujuan. Motivasi mampu menggerakkan seseorang untuk melakukan sesuatu. Motivasi ibarat api di dalam pikiran seseorang yang terkadang besar membara kadang juga redup tergantung kondisi mentalnya. Jika seseorang ingin menggapai kesuksesan motivasi adalah panas api yang harus dijaga jangan sampai padam, karena padamnya motivasi berarti kehilangan bahan bakar untuk menggerakkan mesin tubuh ini untuk menggapai tujuan.

Motivasi adalah dorongan yang mengarahkan seseorang ke arah suatu tujuan
Motivasi adalah dorongan yang mengarahkan seseorang ke arah suatu tujuan (Sumber gambar : klik disini)

Memberikan motivasi adalah menyalakan kembali api motivasi di dalam diri seseorang supaya kembali bersemangat, memiliki keberanian dan pantang menyerah untuk melakukan sesuatu dengan cara tertentu. Kemampuan untuk memberikan motivasi adalah adalah sebuah keterampilan yang bisa dipelajari oleh siapa saja.

Sebelum memotivasi untuk orang lain hendaknya seseorang memotivasi kepada dirinya sendiri. Untuk mengenal dirinya sendiri hendaknya seseorang tahu benar tentang emosi diri. Dari sinilah awal mula perilaku seseorang. Menata emosi sebagai alat untuk mencapai tujuan merupakan hal yang sangat penting dalam kaitan untuk memberi perhatian dan memotivasi diri sendiri (achievement motivation).

Mengendalikan emosi adalah sarana manajemen emosi. Dengan menata emosi seseorang akan dapat mengendalikan diri sehingga keselarasan antara niat dan tujuan akan saling terhubung secara proporsional. Jangan sampai memiliki cita-cita yang tinggi tetapi potensi diri tidak mendukung.

Ada beberapa langkah dalam mengelola emosi diri sendiri. Pertama, menghargai emosi dan menyadari dukungannya kepada kita. Kedua, berusaha mengetahui pesan yang disampaikan emosi, dan meyakini bahwa kita pernah berhasil menangani emosi ini sebelumnya. Ketiga, dengan bergembira kita mengambil tindakan untuk menanganinya. Kemampuan kita mengelola emosi adalah bentuk pengendalian diri (self controlled) yang paling penting dalam manajemen diri, karena kitalah sesungguhnya yang mengendalikan emosi atau perasaan kita bukan sebaliknya. Menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan dorongan hati, adalah landasan keberhasilan dalam berbagai bidang. Keterampilan memotivasi diri memungkinkan terwujudnya kinerja yang tinggi dalam segala bidang. Orang-orang yang memiliki keterampilan ini cenderung jauh lebih produktif dan efektif dalam hal apa pun yang mereka kerjakan.

Setelah emosi diri telah tertata dengan baik, untung ruginya telah diperhitungkan dengan baik, maka tahap berikutnya adalah mengenal emosi orang lain. Memimpin orang lain dianggap berhasil bila telah sukses memimpin dirinya sendiri.

Ada banyak cara untuk memotivasi orang lain mencapai sasaran atau menyelesaikan suatu tugas.  Salah satu karakteristik utama yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah kemampuannya untuk memotivasi orang lain dalam mencapai tujuan.

Seorang pemimpin yang tidak mampu memotivasi orang-orangnya tidak lebih dari seorang penunjuk jalan yang tahu ke mana harus pergi tetapi sepenuhnya tidak dapat mengendalikan mereka yang dipandunya.

Mengenali emosi orang lain berarti kita memiliki empati terhadap apa yang dirasakan orang lain. Penguasaan keterampilan ini membuat kita lebih efektif dalam berkomunikasi dengan orang lain. Inilah yang disebut Covey sebagai komunikasi empatik. Berusaha mengerti terlebih dahulu sebelum dimengerti. Keterampilan ini merupakan dasar dalam berhubungan dengan manusia secara efektif. Jika keterampilan mengenali emosi orang lain merupakan dasar dalam berhubungan antar pribadi, maka keterampilan mengelola emosi orang lain merupakan pilar dalam membina hubungan dengan orang lain.

Keterampilan memotivasi orang lain adalah kelanjutan dari keterampilan mengenali dan mengelola emosi orang lain. Keterampilan ini adalah bentuk lain dari kemampuan kepemimpinan, yaitu kemampuan menginspirasi, mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini erat kaitannya dengan kemampuan membangun kerja sama tim yang tangguh dan handal. Ghirah yang ditertulis dalam Al-Qur’an dan tersurat dalam pengembangan sumber daya manusia akan semakin terang. Ternyata bahwa ghirah tak lain merupakan bentuk pengabdian diri terhadap Allah dan RasulNya. Namun dengan cara ilmu pengetahuan yang mutakhir.

Sumber bacaan :
  1. http://eramadina.com/hamka-ghirah-adalah-nyawa/
  2. http://www.untukku.com/artikel-untukku/cara-memotivasi-orang-lain-untuk-mencapai-kesuksesan-untukku.html

Artikel ini pernah dimuat di Rubrik Manajemen Majalah Mentari Bulan 3 Tahun 2018, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

UPDATE

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...