Geliat KKN Anak Bangsa 03 di Tanah Borneo

PDMJOGJA.ORG – Kalbar, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Anak Bangsa Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Periode 3 (KKN AB 3) telah menyelesaikan tugasnya Selasa (27/2). Hal ini ditandai dengan agenda penarikan mahasiswa KKN oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan kepada Pemerintah Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Mereka semua yang terdiri dari aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Ahmad Dahlan ini mengabdikan diri di lingkungan masyarakat yang notabene merupakan kawasan 3T atau terdepan, terluar dan tertinggal.

Sudah tahun ke 3 ini KKN Anak Bangsa dari Universitas Ahmad Dahlan mencerahkan pelosok negeri. Sebanyak 26 mahasiswa yang merupakan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah tersebut tiba di Kalimantan Barat pada tanggal 31 Januari 2018, setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembukaan, dilanjutkan dengan penerjunan mahasiswa KKN AB3 dalam tiga lokasi yakni Ponpes Tahfidz Quran Ibnu Abbas MBS Sebawi, dusun Sabung Setangga dan di dusun Sabung Tanjakan atau dikenal juga Dusun Sabung Sanggau.

Berbekal informasi yang diperoleh dari angkatan KKN AB1&2, KKN AB3 memulai aktifitasnya mengabdi kepada masyarakat. Beragam kegiatan, seperti pendidikan, pelatihan, penyuluhan dan pendampingan terhadap berbagai aktifitas yg ada di masyarakat. Meski dalam rentang waktu yang sangat singkat, yakni selama satu bulan saja, atau lebih tepatnya selama 26 hari bertugas, masing2 unit memiliki berbagai peninggalan program yang sifatnya berkelanjutan dan harus terus mendapat pendampingan.

Di Sebawi, atau Unit 3 KKN AB3 telah berhasil membentuk PR IPM Ponpes Ibnu Abbas.Di Setangga, atau Unit 1 KKN AB3 telah berhasil mempersatukan masyarakat melalui Seni dan Budaya. Daerah yang merupakan multikultur ini dapat menemukan rasa kebersamaan, setelah AB3 menyelenggarakan kegiatan Gebyar Budaya, Gebyar Budaya yg pada kesempatan itu benar-benar menyatukan budaya Melayu-Jawa-Dayak. Adapun, salah satu program dan aktivitas di unit 2, yang mana mereka ditempatkan di Dusun Sabung Sanggau ialah melakukan pendampingan Desa Wisata dan Pembangunan Masjid.

Masing-masing tempat memiliki metode dakwah yang berbeda-beda. Atas izin Allah, bakat dan kemampuan yang dimiliki oleh masing2 mahasiswa KKN AB3 tersalurkan pada tempat yang sesuai. IMMawan Risco misalnya, mahasiswa PGSD juga demisioner Ketua Umum PK IMM BP2 serta masih menjabat di Pimpinan Cabang IMM Djazman al Kindi kota Yogyakarta ditugaskan di unit 1 yang sifat masyarakatnya multikultur.

IMMawan Habibie yang tercatat sebagai salah satu Corps Instruktur Aktiv IMM Djazman Al Kindi juga berkesempatan menjadi ketua unit 2. Ia ditempatkan di dusun Sabung Sanggau yang merupakan daerah terpencil, dimana untuk mencapai daerah tersebut dibutuhkan kemampuan membawa kendaraan yang baik karena akses yang tergolong susah di jangkau.

Di antara program KKN AB 3 ini, yang merupakan program divisi ialah mengadakan MABIIT (Malam Bina Iman, Intelektual dan Takwa) di Gedung Museum Daerah Sambas.Dalam hal ini, hadir sebagai pemateri yaitu Ayahanda Norma Permata ketua LPCR PP Muhammadiyah. Didampingi oleh ketua LPCR Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Barat. Diantara pesan yg disampaikan ialah, “Jangan ragu untuk mengenalkan Muhammadiyah kepada orang lain,”Berorganisasi itu seperti organ dalam tubuh, rapatnya merupakan nafas sedangkan uang merupakan darahnya. Suatu Organisasi yg tidak pernah rapat, bagaikan organ yg tdk pernah bernafas. Begitupun organisasi yg keuangannya lemah, ia akan tertatih-tatih dalam berjalan.

Selain itu, ia juga berpesan: ”Pulanglah harus dengan membawa data!. Beliau menyampaikan salah satu kelemahan kita saat ini, kita kekurangan peta (peta dakwah.red). Polisi, intel, dan aktivis diluar islam, mereka punya data tentang kita. Data itu perlu. Sangat perlu untuk merancang agenda, kegiatan dan program yang prioritas untuk dikerjakan lebih dulu. Data ibarat senjata, peluru. Kalau kita tidak punya senjata, dengan apa kita melawan musuh. Kita perlu data, data tentang siapa saja teman mereka (pengurus, warga, simpatisan, jamaah), siapa musuh mereka, apa kendala mereka (internal, ekseternal, masalah dengan pemerintah, dll), melihat itu, kita bisa menentukan mana dulu yang harus diselesaikan,”

Waktu 26 hari benar-benar dimanfaatkan betul. Salah satu upaya yg dilakukan unit 2, di dusun Sabung sanggau ialah melakukan pendampingan terhadap pembangunan masjid al Huda. Pendampingan ini meliputi sosialisasi pentingnya hidup berjamaah, Sholat berjamaah, saling membantu, saling menghargai, dsb. Selain itu juga membuat proposal pembangunan masjid.

Kita telah banyak mengatahui jika hanya mengandalkan pemerintah saja, mustahil negeri ini makmur sejahtera. Butuh ribuan, bahkan jutaan relawan yg mesti kerja ikhlas, kerja cerdas, kerja keras, kerja berintegritas, serta kerja tuntas. Para pendahulu kita di Muhammadiyah telah lebih dulu mengajarkan itu semua, ribuan sekolah dari sabang sampai merauke, dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, belum amal sosial lainnya.

Kalau saja dulu mereka trus menerus mencaci ‘oknum’ pemerintah yg memang pantas dicaci itu. Sudah barangtentu kita tdk akan ada di tempat belajar yg sama, UAD. Peserta KKN AB 3 menuturkan banyak menemukan pelajaran di Kalimantan ketika proses pelaksanaan KKN. Bertemu dengan relawan Muhammadiyah yg membawa kami menginjak tanah Borneo, wajah teduh, penuh ketawadhuan, harapan besar, semangat membara, semua mengalahkan keterbatasan yg mereka miliki.

Kecil diri ini yg belum bisa berbuat apa-apa utk negeri ini. Marilah kita mencoba untuk tidak membenci orang lain, tapi bencilah keburukan orang lain. Ubahlah dari diri sendiri, dari keluarga, keluarga yg peduli dengan kemaslahatan bersama. Jikalau ada hadis yang menyampaikan tentang terpecahnya umat mjd 72/73 golongan dan yg selamat hanya 1, siapa? Ahlussunnah. Benar, namun ada jawaban lain yg benar juga, siapa 1 golongan itu? Ialah yg menginginkan agar 72/71 golongan lainnya selamat dr siksa api neraka. Kami KKN AB 3 menunggu KKN AB 4 dan selamat berjuang memperbaiki diri untuk diaplikasikan dalam mencerahkan negeri. Jadilah bagian dari Anak Bangsa yg lahir dari aktivis IMM Universitas Ahmad Dahlan. This is just one in our nation. UAD Punya.

Mahasiswa yang juga merupakan Kader IMM peserta KKN Anak Bangsa 3 Berfoto Bersama dengan Pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas
Mahasiswa yang juga merupakan Kader IMM peserta KKN Anak Bangsa 3 Berfoto Bersama dengan Pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas


Kontributor : Diyan Faturrohman (Anggota Bidang MedKom PC IMM Djazman Al Kindi , Peserta KKN Anak Bangsa 3 UAD 2018)
Sumber Tulisan : www.immdjazmanalkindi.or.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...

Artikel Terkait