Family Center bisa menjadi pilot project di Jogja

Rita Pranawati, MA.
Rita Pranawati, MA. – Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia

Berikut wawancara Dani Kurniawan dengan Rita Pranawati. S.Sos, MA Wakil Ketua Majelis Pelayanan Sosial (MPS) PP Muhammadiyah yang juga menjabar sebagai Sekretaris Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tentang pelayanan sosial di Muhammadiyah

Bagaimana pendapat Anda tentang kepelayanan muhammadiyah sekarang ini ?

Dulu kita ada teologi al-maun untuk berkhikmad pada masyarakat sehingga dulu lahir rumah miskin, rumah yatim, rumah sakit. Sekarang pelayanan sosial mengalamai kondisi yang stagnan, pelayanan sosial hanya berhenti  di panti. Padahal pelayanan sosial yang lain banyak dan permasalaan sosial berkembang. Sementara pelayannan sosial muahmmadiyah terbatas.

Makanya kami ingin merumuskan program-program pelayanan sosial lebih banyak. Misalnya isu kekerasan anak dan perempuan. Sebenarnya MPS bisa memainkan peran dengan model berjejaring dengan menggandeng pemuda muhammadiyah, NA untuk sama mengatasi tersebut dengan cepat

Ada permasalahan sosial yang bisa diselesaikan dengan MPS ada pula yang tidak. Contoh yang bisa diselesaikan MPS misalnya konsultasi keluarga. Apalagi di Yogyakarta tingkat hamil anak di luar nikah & kasus perceraian tinggi itu bagian dari persoalan sosial. Oleh sebab itu pelayanan sosial muhammadiyah perlu dikuatkan

Mengapa pelayanan sosial muhammadiyah mengalami penurunan?

Menurut saya karena itu ada kecenderungan  majelis yang dikuatkan muhammadiyah lebih yang profit oriented. Padahal ruh gerakan muhamamdiyah adalah pelayanan sosial. Oleh sebab itu kita perlu kreatif bagaimana merumuskan model pelayanan sosial lebih menarik misalnya dalam hal faundraising, dll.

Kenapa sampai terjadi pergerseran orientasi gerakan?

Sebab yang diurus pada amal usaha lebih banyak di bidang pendidikan dan kesehatan. Hal  ini menjadikan agak “meninggalkan”  pelayanan sosial. Oleh karena itu sekarang ini saatnya pelayanan sosial digairahkan kembali. Dr. Haidar Nasir Ketua Umum PP Muhammadiyah mengajak agar MPS mampu membentuk family center di setiap Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) se-Indonesia.

Bagaimana cara membangkitkan?

Secara ruh kader muhammadiyah sudah melayani kemasan hanya pada organisasi dan sekolah. Saatnya ruh itu ditransformasikan sampai lini pelayanan sosial muhammadiyah.

Apa yang menjadi visi gerakan Majelis Pelayanan Sosial (MPS) Sekarang ini ?

Mandat tanfidz muktamar muhammadiyah ke-47 di Makasar tahun 2015 silam mengamanahkan untuk  merumuskan kembali gerakan pelayanan muhammadiyah. Misalnya dalam isu anak, panti-panti asuhan harus dibenahi, diselenggarakan updating panti, mereformulasi panti agar sesuai undang pengasuhan anak. Isu lansia, disabilitas. Dari list isu tersebut maka dapat dipetakan layanan sosial mana yang bisa diselesaiakan  MPS maupun dengan berjejaring.

Apa yang menjadi Program unggulan MPS ?

Dalam hal isu anak, muhammadiyah berhasil membuat konsorsium asosiaga  untuk mengedukasi panti-panti yang lain untuk selalu upadate pada isu pengasuhan. Dalam hal ini muhammadiyah membanggakan karena  menjadi rujukan nasional organisasi, lembaga, lsm lintas agama, lintas iman dalam pengasuhan anak. Kita juga tergabung dengan konsorsium internasional Family of Rechild (pengasuhan anak).

Kemudian menjadi pusat konsultasi anak dan keluarga, harapannya bisa melakukan pemberdayaan keluarga. Kemudian tentang lansia yang rencana akan dibentuk semacam day care mirip tempat penitipan anak (TPA) hanya untuk aktivitas dan belajar. Selain itu day care didesain juga untuk pendampingan agama kepada lansia

Adakah saran untuk MPS  baik ditingkat wilayah maupun daerah ?

Family Center bisa menjadi pilot project di Jogja karena isu anak itu tinggi mulai dari kekerasan seksual, hamil di luar nikah dll. Dijogja itu paling mudah membentuk family center karena muhammadiyah disini memiliki perangkat yang lengkap seperti perguruan tinggi muhammadiyah, panti asuhan muhammadiyah dll.


Daftar Laporan Khusus “Potret Pelayanan Sosial Muhammadiyah“.

Reporter : Dani Kurniawan

Liputan ini pernah dimuat di Rubrik Fokus Majalah Mentari Bulan 9 Tahun 2016, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

Gambar Family Center bisa menjadi pilot project di Jogja
Dani Kurniawan, S.Kom.I
Anggota Majelis Pustaka Informasi PDM Kota Yogyakarta periode 2015 - 2020, Pengelola Portal Berita redaksi.net dan website pmdiy.or.id, Redaksi Majalah Mentari

UPDATE

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...