Distribusi Bagi Hasil

Distribusi bagi hasil adalah Perhitungan pembagian hasil usaha antara shahibul maal dengan mudharib sesuai dengan nisbah yang disepakati di awal akad. Dalam Bank syariah shahibul maal dapat kita maknai sebagai pemilik modal seperti nasabah Dana Pihak Ketiga (DPK). Sedangkan dengan mudharib adalah yang mengelolah perputaran uang seperti Bank.

Ada dua model pembagian bagi hasil, pertama adalah revenue sharing dan yang kedua adalah profit sharing. Revenue sharing adalah model pembagian hasil usaha dari pendapatan usaha. Sedangkan profit sharing adalah model pembagian bagi hasil setelah diketaui keuntungan perusahaan. Revenue berbasis pendapatan sedangkan profit berbasis keuntungan yang diperoleh.

Jika di perbankan konvensional pembagian imbal hasil dikenal dengan istilah bunga. Bunga adalah suatu bentuk harga yang harus dibayar kepada seorang nasabah (yang memiliki sebuah simpanan), dengan yang harus dibayar oleh nasabah kepada bank (nasabah yang memperoleh pinjaman). Bunga dikategorikan oleh mayoritas ulama sebagai riba, sehingga dihukumi haram. Dalam pinjam meminjam dikenal riba qardh, yaitu sejumlah kelebihan tertentu yang diminta oleh pihak yang memberi utang terhadap yang berutang saat mengembalikannya. Misalnya si A bersedia meminjamkan si B uang sebesar Rp300.000, asalkan si B bersedia mengembalikannya sebesar Rp325.000.

Perhitungan menggunakan sistem bunga yaitu bank telah menetapkan persentase keuntungan kepada nasabah, namun dengan tidak memperhitungkan apakah dana tersebut diusahakan dan mendapatkan hasil. Contoh kasus yaitu pada tanggal 1 Mei 2002, Bapak Johanes membuka deposito sebesar Rp. 10.000.000, jangka waktu satu bulan, dengan tingkat bunga 9% p.a. Berapa bunga yang diperoleh pada saat jatuh tempo?. Jawabannya yaitu bunga yang diperoleh bapak Johanes adalah Rp. 76.438 dengan perhitungan yaitu (Rp. 10.000.000 x 31 hari x 9% / 365 hari).

Sedangkan bagi hasil berbasis [endapatan dan keuntungan. Misalnya Pak Ahmad  membuka deposito sebesar Rp. 10.000.000, jangka waktu satu bulan (tanggal 1 Mei s/d 1 Juni 2002), nisbah bagi hasil antara nasabah dan bank 57% : 43%. Jika keuntungan bank yang diperoleh untuk deposito satu bulan per 31 Mei 2002 adalah Rp. 20.000.000 dan total deposito jangka waktu satu bulan adanya Rp. 950.000.000, berapa keuntungan yang diperoleh bapak Ahmad?. Bagi hasil  yang diperoleh bapak Ahmad adalah: Rp. 120.000, yaitu dengan perhitungan (Rp. 10 juta/Rp. 950 juta) x Rp. 20 juta x 57%).

Bunga bank dan bagi hasil merupakan konsep yang berbeda, bunga bank menerapkan prinsip kepastian balas jasa atas uang yang ditabungkan. Sehingga konsep yang dimaknai yaitu uang melahirkan uang , nominal kelebihan ini dimaknai sebagai riba. Hal ini berbeda dengan bagi hasil yang mengedepankan bagi hasil berdasarkan pendapatan real dan keuntungan real sehingga balas jasa tidak bisa diukur secara pasti. Jika pendapatan turun maka bagi hasil juga kecil, namun jika pendapatan dan keuntungan besar maka bagi hasil juga besar, dan jika perusahan merugi maka semua pihak juga berbagi resiko tersebut. Dengan demikian konsep bagi hasil menerapkan prinsip keadilan dan kemaslahatan.

Bunga bank dan bagi hasil merupakan konsep yang berbeda
Bunga bank dan bagi hasil merupakan konsep yang berbeda (Sumber gambar : klik disini)

Artikel ini pernah dimuat di Rubrik Muamalah Majalah Mentari Bulan 7 Tahun 2017, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...

Artikel Terkait