Disini dan Saat Ini

PENULIS Tri Khotimah Sholikhah (Guru SD Muh Kleco Yogya)

Setiap detik adalah tanggung jawab. Itulah ciri orang beriman yang memiliki semangat juang yang tinggi dalam mensikapi kehidupan ini. Tidak ada alasan untuk berpangku tangan atau mengharap bintang jatuh dari langit. Itulah awal dari sebuah kesuksesan bagi kita yang mau berbuat seperti itu. Saat ketidak beruntungan kadang berfihak pada kita, sesungguhnya itu merupakan sebuah tantangan untuk kita lebih berbenah diri.

Saat sukses yang menjadi bahan pembicaraan setiap orang ternyata banyak dari mereka yang masih sebatas angan-angan saja. Kesuksesan hanya akan datang pada orang yang berusaha mendapatkannya dan bukan pada mereka yang hanya mengharapkannya. Sukses adalah sistem yang diantara sub sistemnya adalah perjuangan dan pengorbanan.

Kegiatan pelatihan yang dijalani penulis dalam beberapa hari di tempat diklat yang serba terjamin membuat sebuah perenungan pada diri saya. Betapa perjuangan dan pengorbanan itu bukanlah hanya berasal dari sesuatu yang terlihat berupa materi saja. Namun lebih dari itu membutuhkan manajemen hati yang harus selalu stabil dan bersemangat untuk menjalaninya. Perjuangan dan pengorbanan nampaknya kedua hal tadi sering tidak enak kedengaran dan rasanya. Meskipun segala sesuatunya sudah terjamin dari tempat penginapan, makan yang lezat, fasilitas yang memadahi dan pelayanan yang sangat ramah jika tidak disertai sebuah niat untuk menjadi yang lebih baik maka semua hal tadi seperti tak berarti.

Didorong oleh rasa ketidak tahuan dan kemampuan yang minim maka saya niatkan mengikuti pelatihan yang katanya bisa merubah diri saya menjadi pribadi yang semakin berkualitas. Meski di hari pertama serasa begitu menjemukan namun keinginan untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih membuat saya tetap bertahan untuk menyelesaikan jadwal dalam kegiatan ini. Ternyata benar semakin hari rasa nyaman dan penasaran membuat semangat dalam diri saya berkobar-kobar. Sampai akhirnya selesai pula semua rangkaian kegiatan yang meninggalkan kesan penuh haru biru dari semua pesertanya. Kami merasa sangat beruntung setelah mengikuti kegiatan itu.

Perjuangan mengalahkan kemalasan, pengorbanan melawan ketidakbiasaan, serta kejenuhan. Barangkali itu bisa dimaknai sebagai sebuah langkah yang kita lakukan dalam rangka melakukan sebuah proses perubahan. Karena yang abadi itu bukanlah sesuatu yang diam dan statis melainkan sesuatu perubahan menuju kepada kebaikan.

Itulah sukses yang saya maknai sebatas untuk diri saya pribadi. Saya telah berhasil mengalahkan berbagai hal yang pernah melemahkan diri saya untuk menyerah di tengah jalan. Keinginan untuk kembali kepada rutinitas yang kadang juga terasa amat membosankan. Di saat kita meninggalkannya, ternyata rutinitas itu menjadi suatu yang sangat dirindukan. Ternyata benar bahwa dimanapun kita berada harus selalu fokus dengan apa yang kita kerjakan. Ibarat sebuah kamera saat diarahkan pada sebuah objek kemudian diatur lensanya maka yang didapat adalah gambar yang tampak lebih dekat jelas dan lebih terang. Saat saya melakukan fokcus pada sesuatu yang saya kerjakan maka lebih banyak hal yang bisa saya tangkap dan peroleh lebih jelas.

Lebih dari itu ketika saya memaknai hari ini dan saat ini saya melakukan sesuatu dengan fokus maka saya menikmati perjalanan waktu dari bagian hidup saya dengan sesuatu yang berguna minimal bagi diri saya sendiri. Meskipun di bagian kehidupan yang lain saya meninggalkan tugas-tugas yang juga harus saya selesaikan. Disinilah skala prioritas harus dibuat agar segala sesuatunya bisa berjalan dengan baik.

Bayangkan jika kita berada di suatu tempat namun fikiran kita sedang di lain tempat. Maka yang terjadi kemudian adalah apa yang kita lakukan saat ini tidak akan maksimal. Hasilnya pun mustahil akan optimal. Ambillah sebuah contoh kongkrit, di sekolah saat kita mengajar namun fikiran kita ada di rumah karena anak yang sedang sakit. Setiap 15 menit telfon berdering dan kita sibuk menerimanya lalu meninggalkan kegiatan yang harusnya kita lakukan pada saat ini dan di tempat ini. Hasilnya pun pasti kita mengajar dengan tidak sungguh-sungguh. Hingga akhirnya waktu berlalu tanpa makna.

Segala bentuk kesuksesan itu memakai proses. Maka menjalani sebuah proses itu merupakan suatu keharusan. Tidak mungkin sebuah keberhasilan akan datang tanpa usaha dari diri kita. Berfikir di sini dan saat ini atau here and now akan membawa kita pada fokus terhadap berbagai permasalahan diri. Dan fokus akan membawa kita pada keoptimalan langkah dan hasil yang kita peroleh.

Belajar dari beberapa hal di atas, penulis mengajak kita semua untuk menghargai segala bentuk kesempatan yang sudah kita miliki ini dengan menjalaninya secara fokus. Apapun bentuk kegiatannya. Bila sedang mengajar maka mengajarlah dengan metode yang mengarah pada tujuan yang jelas. Bila berdagang fokuslah pada tujuan anda menjual dagangan anda supaya habis dengan cara dan strategi yang anda buat dengan penuh pertimbangan. Jika sedang memeriksa pasien maka saat ini dan di tempat ini pasien mana yang sedang anda diagnosa. Jangan sampai terjadi kekeliruan karena ketidak fokusan anda. Dan berbagai hal lain yang bisa kita terapkan dengan sebuah fokus atau kesungguh-sungguhan dalam tindakan.

Berfikir sekarang dan di sini tentunya bertumpu pada pengalaman lalu. Jika kita pernah melakukan kesalahan maka saat ini dan di sini tidaklah mungkin itu akan kita lakukan lagi. Orientasi kita adalah ke depan dengan belajar dari masa lalu. Harapannya adalah kita selalu melakukan action yang optimal dan bukan hanya berangan-angan saja. Marilah kita ingat bersama bahwa keberhasilan, kesuksesan, dan tercapainya segala cita-cita kita adalah tergantung dari kita sendiri. Apakah berfikir fokus di sini dan saat ini? Atau hanya sibuk menengok pada kegagalan kita di masa lalu saja? Semua kembali pada diri kita masing-masing.

”Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang diperbuatnya untuk hari esok, dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Hasyr:18).

Saat ini anda sedang membaca tulisan saya, maka alangkah lebih baiknya jika anda fokus mencari berbagai hal, yang bisa dipetik sebagai sesuatu yang membangun diri anda ke arah perubahan yang lebih baik. Perubahan yang berorientasi pada hari esok yang lebih gemilang.

Bayangkan jika kita berada di suatu tempat, namun fikiran kita sedang di lain tempat. Maka yang terjadi kemudian adalah, apa yang kita lakukan saat ini tidak akan maksimal. Hasilnyapun mustahil akan optimal. Ambillah sebuah contoh kongkrit, di sekolah saat kita mengajar, namun fikiran kita ada di rumah karena anak yang sedang sakit. Setiap 15 menit telfon bordering dan kita sibuk menerimanya lalu meninggalkan kegiatan yang harusnya kita lakukan pada saat ini dan di tempat ini . Hasilnya pun pasti kita mengajar dengan tidak sungguh-sungguh. Hingga akhirnya waktu berlalu tanpa makna.

Segala bentuk kesuksesan itu memakai proses. Maka menjalani sebuah proses itu merupakan suatu keharusan. Tidak mungkin sebuah keberhasilan akan datang tanpa usaha dari diri kita. Berfikir di sini dan saat ini, atau Here and Now, akan membawa kita pada fokus terhadap berbagai permasalahan diri. Dan fokus akan membawa kita pada keoptimalan langkah dan hasil yang kita peroleh.

Belajar dari beberapa hal di atas, penulis mengajak kita semua untuk menghargai segala bentuk kesempatan yang sudah kita miliki ini dengan menjalaninya secara fokus. Apapun bentuk kegiatannya. Bila sedang mengajar, maka mengajarlah dengan metode yang mengarah pada tujuan yang jelas. Bila berdagang, fokuslah pada tujuan anda menjual dagangan anda supaya habis dengan cara dan strategi yang anda buat dengan penuh pertimbangan. Jika sedang memeriksa pasien, maka saat ini dan di tempat ini pasien mana yang sedang anda diagnosa. Jangan sampai terjadi kekeliruan karena ketidak fokusan anda. Dan berbagai hal lain yang bisa kita terapkan dengan sebuah fokus atau kesungguh-sungguhan dalam tindakan.

Berfikir sekarang dan di sini, tentunya bertumpu pada pengalaman lalu. Jika kita pernah melakukan kesalahan, maka saat ini dan di sini, tidaklah mungkin itu akan kita lakukan lagi. Orientasi kita adalah ke depan, dengan belajar dari masa lalu. Harapannya adalah kita selalu melakukan Action yang optimal,dan bukan hanya berangan-angan saja. Marilah kita ingat bersama bahwa keberhasilan, kesuksesan, dan tercapainya segala cita-cita kita, adalah tergantung dari kita sendiri. Apakah berfikir fokus, di sini dan saat ini? Atau hanya sibuk menengok pada kegagalan kita di masa lalu saja? Semua kembali pada diri kita masing-masing.

”Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang diperbuatnya untuk hari esok, dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Hasyr:18).

Saat ini anda sedang membaca tulisan saya, maka alangkah lebih baiknya jika anda fokus mencari berbagai hal, yang bisa dipetik sebagai sesuatu yang membangun diri anda ke arah perubahan yang lebih baik. Perubahan yang berorientasi pada hari esok yang lebih gemilang.

Fokus
Mari kita semua untuk menghargai segala bentuk kesempatan yang sudah kita miliki ini dengan menjalaninya secara fokus (Sumber gambar : klik disini)

Artikel ini pernah dimuat di Rubrik Opini Majalah Mentari Bulan 4 Tahun 2012, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

Gambar Disini dan Saat Ini
Jurnalis Jamaah
Jamaah Muhammadiyah (pimpinan, anggota, simpatisan dan pegawai) yang mengirim artikel dan berita ke redaksi Majalah Mentari dan PDMJOGJA.ORG. Artikel dan berita ini ditulis oleh penulis lepas / kontributor tidak tetap | Artikel dan berita yang ditulis adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi. Untuk mengirim tulisan silahkan kunjungi link berikut : pdmjogja.org/kirim-tulisan/.

UPDATE

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...