Buah Hati (Anak)

Dari semua topik pembahasan tentang pernikahan yang cukup menarik adalah kelahiran sang buah hati (anak). Pasangan suami Istri selalu mengidam-idamkan adanya momongan sebagai pelengkap kehidupan dalam berumah tangga yaitu ibu, ayah dan anak. Inilah salah satu point penting dalam pelaksanaan pernikahan. Sebab, menjaga keturunan umat manusia menjadi keharusan bagi manusia sebelumnya. Oleh karenanya, sebagai orang tua kita hendaknya mendidik anak agar mampu menjadi tauladan dan berperan dalam kehidupan berbangsa, bernegara, beragama serta bermasyarakat.

Menanti momongan merupakan kesenangan bagi pasangan suami istri. Sebab dalam al-Qur’an sendiri di sampaikan bahwa buah hati merupakan tujuan dari pernikahan agar menjaga kelestarian kehidupan manusia. maka menjadi tangungjawab orang tua untuk membimbing dan menjaga anak. Anak memiliki hak yang wajib dilaksanakan oleh kedua orangtuanya, dan sebaliknya orangtua memiliki hak dan kewajiban yang harus di tunaikan anaknya.

Menurut Prof. Ahmad Azhar Basyir (2002 : 133), bagi orangtua anak merupakan bagian amalnya dalam kehidupan di dunia ini, serta di minta pertanggungjawaban di akhirat kelak oleh Tuhan. Begitu indahnya Islam, segala sesuatu perbuatan di muka bumi ini ada aturan dan tuntunannya. Begitu juga hubungan orang tua dan anak.

1. Kesahan anak

Setelah di berlangsungkan akad nikah, makah suami istri boleh bergaul kapan saja namun sesuai dengan aturan dan ajaran syariat. Maka, saat dalam keadaan haid, janganlah melakukan pergaulan intim, namun sebaliknya diluar masa itu suami istri boleh bergaul kapan saja. Anak mendapatkan status nasab diatur dalam Islam, menurut Prof. Ahmad Azhar Basyir (2002:133) “bahwa anak bernasab secara sah kepada ayahnya jika pembahannya terjadi setelah akad nikah. Untuk dipandang sebagai anak sah, jaraknya sekurang-kurangnya enam bulan, sengan syarat tidak diketahui bahwa kehamilan telah tejadi sebelumnya.”

Lalu bagaimana dengan seorang anak angkat, bagi orang tua yang mengangkat anak maka nasab anak tersebut tetap kepada ayah kandungnya. Pengangkatan anak di sini hanya proses pemeliharaan anak orang lain kepada orangtua akad. Bagaimanapun caranya, tidak ada nasab anak tersebut kepada orang tua angkat.

Perihah anak, Islam secara tersurat dalam Surah Al-Baqarah (2):233 mengajarkan :

وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ ۖ

Artinya  : “para ibu hendaknya menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi orang yang ingin menyempurnakan penyusuan (Al-Baqarah : 233).

Ayat ini menerangkan bahwa umur terlama dalam melakukan penyususan agar sempurnah hendaknya dua tahun. Namun jika tidak, maka menurut ilmu kebidanan setidaknya menyusui hingga 6-24 bulan.

2. Asuhan Anak

Dari sebelum lahir ke dunia, sang buah hati sudah harus di perhatikan segara kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan janin. Maka setelah lahir juga harus di perhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak. Islam sangat wajibkan bahwa anak harus di asuh oleh kedua orangtuanya. Semua biaya yang diperlukan untuk perkembangan si bayi harus terpenuhi. Peran orang tua harus menekankan perkembangan fisik dan juga perkembangan dan pertumbuhan rohani dan jiwa.

Islam sangat wajibkan bahwa anak harus di asuh oleh kedua orangtuanya
Islam sangat wajibkan bahwa anak harus di asuh oleh kedua orangtuanya (Sumber gambar : klik disini)

Setelah anak memasuki usia pendidikan maka harus di ajarkan perihal keagamaan selih jauh lagi, membiasakan untuk melaksanakan ibadah sehari-hari. Sebagaimana Nabi Saw mengajarkan bahwa jika anak telah berusia tujuh tahun maka supaya iorang tuanya mengajak untuk menunaikan sholat. Jika dalam usia sepuluh tahun tidak menjalankan ibadah sholat, maka hendaklah untuk memperingatkan sekedar memukul ringan untuk menjadi pelajaran.

Selain ajaran Islam untuk menjaga diri sendiri, dalam keluarga hendaknya saling menjaga, agar keluarga tidak terjerumus dalam kemaksiatan yang menimbulkan azab api neraka di kemudia hari. Sebagaimana dalam surat At-Tahriim [66]:6 “Hai orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”. Sebagaimana yang di utarakan oleh Prof. Ahmad Azhar Basyir, bahwa setidaknya dalam memberikan pedoman pendidikan memperhatikan aspek akidah atau keimanan yang kuat, ibadah yang disiplin, akhlak yang mulia, hidup bermasyarakat. Dalam keimanan, harus di tanamkan kecintaan kepada Al-Qur’an, mempu membaca dengan baik dan benar serta mengamalkannya. Begitu juga dengan ajaran As-Sunnah Nabi Saw.

3. Kewajiban Anak

Anak sebagaimana memiliki hubungan dengan orang tuanya. Maka dengan demikian anak juga harus memperhatikan perilaku dan tindakan kepada orang tuanya. Salah satu ajaran untuk mencintai orangtua, bahkan tidak boleh menolak perintahnya selagi perintah itu baik dengan berkata ‘ah’.

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Artinya  : “Tuhanmu telah memerintahkanmu supaya kamu jangan menyembah selai Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu. Jika salah seorang dari keduanya atau kedua-duanya sampai umur lanjut dalam memeliharamu, sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak dan ucapkanlah kepada mereka perkataan mulia” (QS. Al-Israa’ :23).

Artikel ini pernah dimuat di Rubrik Sakinah Majalah Mentari Bulan 10 Tahun 2017, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

Artikel SebelumnyaKecakapan Hidup
Artikel BerikutnyaMenjaga Kesehatan Ekologis

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...

Artikel Terkait