Berikan Mainan yang Mampu Membuat Anak Kreatif

Oleh : Murmiyati Hadi Santoso

Menurut Wikipedia bahasa Indonesia yang dimaksud mainan adalah sesuatu yang digunakan dalam permainan oleh anak-anak, orang dewasa ataupun binatang. Berbagai jenis benda dihasilkan untuk digunakan sebagai mainan, akan tetapi barang yang diproduksi untuk tujuan lain dapat pula digunakan sebagai mainan. Mainan pada umumnya dimainkan oleh anak-anak. Bermain dengan mainan adalah salah satu cara untuk menyenangkan hati. Bermain adalah proses belajar yang sangat penting bagi anak-anak. Karena dengan bermain selain mendapat kesenangan, anak juga belajar untuk bersosialisasi dan mengenal lingkungan. Dengan bermain anak dapat belajar berkomunikasi, bertoleransi dan bersosialisasi. Sebelum masuk sekolah tentunya anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan bermain.

Mainan anak pada masa ini sangat beragam. Mulai  dari yang murah hingga yang mahal. Mulai dari mainan hand made hingga pabrikan. Kehadiran  mainan-mainan siap saji yang telah memenuhi hampir seluruh toko mainan. Dari mobil-mobilan, boneka, alat masak hingga alat tukang. Dari sekian banyak mainan anak ternyata mainan tersebut adalah mainan siap saji. Mainan yang tidak membutuhkan kemampuan untuk membentuk atau merakit. Anak hanya sekedar diajak berimajinasi untuk menggunakan, bukan untuk mencipta. Anak diajak untuk menggunakan saja tanpa perlu berfikir bagaimana cara untuk membuat atau merakit agar mainan tersebut bisa digunakan.

Jenis-jenis mainan yang kita kenal, bisa dikelompokkan sebagai berikut :

  1. Boneka. Boneka adalah mainan yang menyerupai manusia atau binatang. Boneka ini lebih sering dikatakan sebagai mainan anak perempuan, karena pada umumnya boneka adalah mainan menyerupai wanita atau anak-anak.
  2. Miniatur. Yang dimaksud dengan miniatur adalah benda-benda yang dibuat dalam bentuk kecil atau mini. Bisa berupa motor, mobil, alat-alat tukang, alat-alat masak dan sebagainya.
  3. Mainan rakitan. Mainan rakitan adalah mainan yang ketika hendak digunakan harus melalui proses merakit terlebih dahulu. Karena mainan rakitan adalah mainan yang berupa potongan-potongan atu bagian-bagian.  Mainan  rakitan ini bisa berupa potongan mobil, pesawat, robot atau sekedar balok-balok kayu.  Mainan rakitan yang paling banyak dikenal adalah balok kayu.
  4. Puzzle. Puzzle adalah mainan yang berupa potongan-potongan bentuk. Cara bermainnya adalah dengan menggabungkan potongan-potongan tersebut menjadi bentuk tertentu dengan panduan gambar pada potongan. Bermain puzzle menuntut anak untuk teliti. Membentuk sebuah puzzle dibutuhkan kepandaian dan kreativitas.

Mainan sangat bermanfaat untuk perkembangan anak. Dengan bermain mainan, anak dapat melatih berbagai kemampuan, diantaranya kemampuan motoric, kemampuan konsentrasi, kemampuan mengenal warna dan bentuk, kemampuan berbahasa dan kemampuan konstruksi. Membanjirnya mainan anak di pasaran menuntut orang tua untuk jeli memilih mainan yang tepat untuk anak.

Mainan seperti apakah yang tepat untuk anak ?

Banyak mainan untuk anak yang bisa mengembangkan berbagai kemampuan. Tentunya mainan yang baik adalah mainan yang mampu merangsang anak untuk berfikir kreatif. Mainan yang membutuhkan kemampunan konstruktif sangat baik untuk perkembangan anak. Karena dalam permainan itu anak dilatih untuk membayangkan, mencoba, dan membentuk konstruksi sesuai yang dipikirkan, dibayangkan atau diimpikan.

Pada permainan konstruksi ini anak dilatih untuk memilih dan memilah. Memilih dan memilah,  melatih kemampuan berkosentrasi, kemampuan berimajinasi, serta kemampuan yang lain.

Selain dengan permainan konstruksi, melatih konsentrasi bisa didapat dari bermain puzzle. Pada saat menyusun puzzle anak dituntut focus pada gambar atau bentuk yang ada didepannya. Memperhatikan dengan teliti potongan-potongan dan berusaha untuk menempatkan potongan-potongan tersebut pada tempatnya yang tepat. Masih banyak mainan yang lain yang mampu melatih konsentrasi.

Selain melatih konsentrasi, mengenalkan konsep sebab akibat juga perlu dilatihkan pada anak. Mainan yang mengenalkan konsep sebab akibat diantaranya adalah memasukkan benda kecil ke dalam benda yang besar. Pada mainan ini anak akan memahami bahwa benda yang lebih kecil bisa dimuat dalam benda yang lebih besar. Sedangkan benda yang lebih besar tidak bisa masuk ke dalam benda yang lebih kecil.  Kegiatan menyusun ini adalah pemahaman konsep sebab akibat yang sangat mendasar.

Kemampuan lain yang bisa didapatkan anak dengan bermain adalah melatih motoric. Hampir semua mainan melatih motoric anak. Memegang benda yang besar, menyentuh benda kecil, membawa benda yang banyak, melatih motoric anak.

Dengan memberikan mainan yang tepat maka akan mampu melatih anak kita untuk berpikir kreatif.

Mainan anak pada masa ini sangat beragam
Mainan anak pada masa ini sangat beragam (Sumber gambar : klik disini)

Artikel ini pernah dimuat di Rubrik Edukasi Majalah Mentari Bulan 4 Tahun 2016, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...

Artikel Terkait