Bentuk Kader Berwawasan Ekonomi Kerakyatan, IMM Djazman AL Kindi adakan DAM

PDMJOGJA.ORG – Bantul, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Djazman Al Kindi kota Yogyakarta telah sukses melaksanakan kegiatan Darul Arqam Madya yang merupakan kegiatan perkaderan formal yang ada di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 2-6 Februari 2018 di Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta dan diikuti oleh perwakilan pimpinan komisariat dan pimpinan cabang IMM se-Indonesia yang lolos seleksi pra kegiatan Darul Arqam Madya.

Kegiatan yang dilaksanakan selama lima hari ini dibuka dengan stadium general membahas tema “Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan dengan Altruisme Muhammadiyah” oleh Ir. Syauqi Soeratno, M.M wakil ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Acara ini di hadiri oleh kader IMM se-Yogyakarta. Selesai acara tersebut dilanjutkan dengan serangkaian acara Darul Arqam Madya yang di ikuti oleh para peserta.

Tema pada kegiatan Darul Arqam Madya ini adalah “Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan dengan Altruisme Muhammadiyah”. Sistem Ekonomi Kerakyatan adalah Sistem Ekonomi Nasional Indonesia yang berasas kekeluargaan, berkedaulatan rakyat, bermoral Pancasila, dan menunjukkan pemihakan sungguhsungguh pada ekonomi rakyat. Pemihakan dan perlindungan ditujukan pada ekonomi rakyat yang sejak zaman penjajahan sampai 57 tahun Indonesia merdeka selalu terpinggirkan. Syarat mutlak berjalannya sistem ekonomi nasional yang berkeadilan sosial adalah berdaulat di bidang politik, mandiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang budaya.

Srategi pembangunan yang memberdayakan ekonomi rakyat merupakan strategi melaksanakan demokrasi ekonomi, yaitu, produksi dikerjakan oleh semua untuk semua dan di bawah pimpinan dan penilikan anggota-anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakat lebih diutamakan ketimbang kemakmuran orang seorang. Maka, kemiskinan tidak dapat ditoleransi sehingga setiap kebijakan dan program pembangunan harus memberi manfaat pada mereka yang paling miskin dan paling kurang sejahtera.

Meninjau latar belakang dari tema yang diangkat bahwa catatan dari laporan BPS, angka ketimpangan Maret 2017 mencapai 0,393 atau hanya turun 0,001 poin jika dibandingkan dengan gini ratio September 2016 yang sempat 0,394. Stagnasi ketimpangan tak bisa dihindari, di kota maupun pedesaan.

Di daerah isimewa yogyakarta pada maret 2012 tercatat sebesar 0,434 dan cenderung berfluktuasi sehingga 2015 mencapai 0,420. Pada maret 2017 gini rasio tercatat sebesar 0.432 meningkat dibandingkan gini rasio pada maret 2016 yang sebesar 0.420. kondisi ini menunjukkan bahwa kesenjangan pengeluaran di daerah istimewa yogyakarta mengalami peningkatan selama periode maret 2016-maret 2017.

Garis kemiskinan di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Maret 2017 adalah Rp 374.009,- per kapita per bulan. Jika dibandingkan dengan kondisi Maret 2016 yang garis kemiskinannya sebesar Rp 354.084,- per kapita per bulan, terjadi kenaikan sebesar 5,63 persen dan jika dibandingkan dengan kondisi September 2016 yang besarnya Rp 360.169,- per kapita per bulan, maka tampak adanya kenaikan garis kemiskinan sebesar 3,84 persen. Terjadinya peningkatan garis kemiskinan ini sejalan dengan terjadinya inflasi Maret 2016 ke Maret 2017 yang sebesar 3,40 persen, serta inflasi September 2016 – Maret 2017 sebesar 2,27 persen.

Pembangunan ekonomi yang telah kita laksanakan selama 32 tahun lebih, dilihat dari satu aspek memang menunjukkan hasil-hasil yang cukup baik. Walaupun dalam periode tersebut, kita menghadapi 2 kali krisis ekonomi (yaitu krisis hutang Pertamina dan krisis karena anjloknya harga minyak), tetapi rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional masih di atas 7 persen pertahun. Volume dan nilai eksport minyak dan non migas juga meningkat tajam. Namun pada aspek lain, kita juga harus mengakui, bahwa jumlah penduduk miskin makin meningkat, kesenjangan pendapatan antar golongan penduduk dan atar daerah makin lebar, jumlah dan ratio hutang dengan GDP juga meningkat tajam, dan pemindahan pemilikan aset ekonomi dari rakyat ke sekelompok kecil warga negara juga meningkat. Atas dasar tersebut tema yang dimaksut diangkat oleh pimpinan cabang selaku yang mengadakan kegiatan Darul Arqam Madya.

IMMawati Repa Sepnita selaku ketua umum Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Djazman Al Kindi Kota Yogyakarta menyampaikan harapannya semoga acara  Darul Arqam Madya IMM Djazman Al Kindi  ini akan melahirkan kader-kader militan yg semakin progresif di ikatan setelah kembali ke cabang masing-masing, serta menjadi penerus tampuk kepemimpinan IMM dan terus mengupayakan perubahan serta solusi dengan perannya sebagai seorang kader IMM.

“saat ini pertumbuhan ekonomi di Indonesia tidak bisa dilihat dengan angka, tetapi dilihat dari kesejahteraan atau kebutuhan masyarakat apakah sudah mampuni ataukah belum. Maka dari itu sebagai kader Muhammadiyah perlu adanya pembekalan pemberdayaan ekonomi dari beberapa aspek, misal pemberdayaan ekonomi perempuan atau pemberdayaan ekonomi kreatif, jadi tidak hanya menjadi pelaku ekonomi saja”  kata IMMawan M. Rizal Firdaus selaku ketua bidang kader PC IMM Djazman Al Kindi

Melihat geliat gerakan Muhammadiyah yang semakin progresif dalam berperan pemberdayaan masyarakat, ikut membangun dalam pertumbuhan kesejahteraan masyarakat dan membangun SDM yang semakin hari kemajuan globalisasi semakin berkembang. Pemebekalan diawal pengenalan pertumbuhan ekonomi dan gerakanya harapan bisa menjawab permasalahan-permasalah di masyarakat yang menyangkut tentang kesejahteraan. kader Muhammadiyah siap menjadi garda terdepan dalam menghadapi dinamika konflik yang terjadi disekitar masyaakat.

Seluruh peserta DAM berfoto bersama di aula IC UAD
Seluruh peserta DAM berfoto bersama di aula IC UAD

Kontributor : Grandika Fatih (Kabid Medkom PC IMM Djasman Al Kindi Kota Yogyakarta)
Gambar Bentuk Kader Berwawasan Ekonomi Kerakyatan, IMM Djazman AL Kindi adakan DAM
Jurnalis Jamaah
Jamaah Muhammadiyah (pimpinan, anggota, simpatisan dan pegawai) yang mengirim artikel dan berita ke redaksi Majalah Mentari dan PDMJOGJA.ORG. Artikel dan berita ini ditulis oleh penulis lepas / kontributor tidak tetap | Artikel dan berita yang ditulis adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi. Untuk mengirim tulisan silahkan kunjungi link berikut : pdmjogja.org/kirim-tulisan/.

UPDATE

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...