Bahaya Miras dan Napza Bagi Tubuh Manusia

Apa itu Miras? Apa bahayanya bagi tubuh kita?

Penulis : Farah Bidara, S.Farm
Penulis : Farah Bidara, S.Farm (Mahasiswa Profesi Apoteker UAD, Ketua Bidang Tabligh PC IMM Djazman Al kindi Kota Yogyakarta periode 2016/2017)

Minuman Keras atau miras yang merupakan minuman dengan kadar alkohol tinggi sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Miras tidak sulit untuk ditemukan walaupun UU sudah mengatur pengedarannya. Dalam Permenkes Republik Indonesia Nomor  86/Men.Kes/Per/IV/77 menyebutkan bahwa minuman keras dapat menimbulkan gangguan kesehatan dan penyebarannya harus diawasi secara ketat oleh Menteri melalui Direktur Jendral Badan Pengawasa Obat dan Makanan. Minuman keras adalah semua jenis minuman beralkohol tetapi bukan obat dengan kandungan etanol di dalamnya mencapai 1% – 55%.

Indonesia kaya akan budaya, di beberapa daerah minuman beralkohol digunakan dalam upacara adat dan dianggap sebagai suatu budaya yang sah-sah saja. Minuman beralkohol yang awalnya digunakan pada saat acara kebudayaan membuat masyarakat ketagihan dan mulai dikonsumsi sehari-hari bahkan dengan kadar alkohol yang lebih tinggi. Tidak hanya itu dengan kekreatifitasan masyarakat akhirnya terciptalah miras oplosan yang dapat dibuat secara mudah dengan bahan yang dapat dibeli dengan harga terjangkau. Faktor inilah yang membuat minuman keras semakin sulit untuk dihentikan peredaran dan penggunaannya. Masih segar diingatan kita akan banyaknya korban berjatuhan setelah menkonsumsi minuman keras.

Kenapa hal ini dapat terjadi?

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, dr. Danardi Sosrosumihardjo, Sp.J (K) menyatakan bahwa pada dasarnya kebiasaan minum minuman beralkohol sangat merugikan kesehatan. Terlalu banyak konsumsi alkohol sendiri dapat menurunkan kemampuan berpikir dan gangguan perilaku.

Alkohol dimetabolisme di hati. Minuman keras yang dikonsumsi secara terus menerus dapat mengakibatkan munculnya timbunan lemak dalam hati (fatty liver). Sekitar 90% dari pengguna alkohol akan mengalami fatty liver. Jika konsumsi alkohol tidak dihentikan, akan mengakibatkan alcoholic hepatitis dan dapat berkembang ke sirosis hati (Dasgupta, 2011).

Efek alkohol terhadap sistem saraf pusat tergantung terutama pada kadar alkohol dalam darah. Efek alkohol terhadap otak disebabkan oleh daya kerjanya yang mempengaruhi fungsi reseptor otak terutama reseptor GABA. Di dalam sel otak terdapat bermacam-macam zat kimia yang dsebut neurotransmitter. Neurotransmitter yang berperan dalam jalur kesenangan adalah dopamine dan serotonin. Jalur dopamine menghasilkan euphoria dan kesenangan. Jalur serotonin berperan terhadap mood, memori dan tidur (Dasgupta, 2011).

Etanol dengan sifat kimianya mampu menembus sawar darah otak. Etanol mengaktivasi pengeluaran dopamine secara langsung dan system mesolimbic sehingga terjadi efek kesenangan. Etanol juga meningkatkan pengeluaran dopamine yang menyebabkan seseorang mengalami euphoria. Hal ini lah yang menyebabkan seseorang yang telah menkonsumsi alkohol sulit untuk melepaskannya. Dampak kesehatan lain yang dapat ditimbulkan dari konsumsi minuman keras secara berkepanjangan adalah memberikan efek buruk pada system kardiovaskuler, menurunkan daya imunitas tubuh, menimbulkan abnormalitas sel darah, memicu radang pankreas, menimbulkan trauma terhadap mukosa sistem pencernaan, mengganggu ekskresi penting di ginjal, mengganggu perkembangan anak dalam kandungan,dan meningkatkan risiko mengalami kanker jenis-jenis tertentu (Putra, 2011).

Apa itu NAPZA? Apa bahayanya bagi tubuh kita?

NAPZA adalah singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan zat Adiktif lainnya. Sementara Narkoba yang sering kita sebutkan adalah singkatan dari Narkotika dan Obat-obat terlarang. Penggunaan NAPZA di kalangan masyarakat terus meningkat dari tahun ke tahun. Sepanjang tahun 2017 Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap tidak kurang dari 46.000 kasus. Angka yang cukup tinggi bahkan untuk kasus yang mungkin belum terungkap. Fakta menarik lainnya bahwa 27% dari pengguna narkoba adalah pelajar dan mahasiswa. Pengguna narkotika tidak hanya datang dari kaum yang tidak mengerti bahaya penyalanhgunaan narkoba, melainkan datang dari kalangan berpendidikan, elite, public figure, dan bahkan para eksekutor negara. Kenapa hal ini dapat terjadi ? Apa dampaknya ditinjau dari kesehatan?

NAPZA sebenarnya boleh digunakan untuk tujuan pengobatan dibawah pengawasan tenaga medis yang ahli dibidangnya. Penggunaan dan pengedaran NAPZA diatur secara ketat oleh perundang-undangan.

Menyuntik obat pasien
NAPZA sebenarnya boleh digunakan untuk tujuan pengobatan dibawah pengawasan tenaga medis yang ahli dibidangnya (Sumber gambar : klik disini)

Hampir semua obat golongan NAPZA yang sering disalahgunakan, bekerja secara langsung maupun tidak langsung mengaktifkan sistem di otak dengan meningkatkan ketersediaan dopamine. Jika seseorang terus menggunakan NAPZA, maka otak akan beradaptasi terhadap keberadaan dopamine yang tinggi dengan cara mengurangi produksi dopamine atau mengurangi reseptor dopamine. Hal ini menyebabkan pengguna NAPZA berusaha untuk terus menggunakan NAPZA untuk menjaga agar fungsi dopamine kembali normal, atau berusaha menambah dosis NAPZA untuk mencapai kadar dopamine yang tinggi untuk mencapai kesenangan yang diinginkan (Ikawati, 2016). Ketika kemauan menkonsumsi NAPZA tidak terpenuhi, akan terjadi hal yang sering diesbut dengan “sakaw”.

NAPZA dapat memicu berbagai jenis penyakit diantaranya gangguan pada otak, tulang, pembuluh darah, jantung, sistem syaraf, paru-paru, dan sistem pencernaan. Pengguna NAPZA juga dapat dengan mudah terinfeksi penyakit menular berbahaya seperti HIV AIDS, Hepatitis, Herpes, TBC, dan lain-lain. Kematian biasanya terjadi karena penanganan yang terlambat serta adanya komplikasi penyakit akibat penggunaan NAPZA (BNN, 2014).

Penggunaan NAPZA juga dapat berdampak pada fisik, emosi dan perilaku pengguna. Dampak fisik yang muncul antara lain berat badan akan turun secara drastis, mata terlihat cekung dan merah, muka pucat, bibir kehitam-hitaman, tangan dipenuhi bintik-bintik merah, buang air besar kurang lancar, sembelit atau sakit perut tanpa alasan yang jelas. Dampak NAPZA terhadap emosi pemakai NAPZA adalah pengguna akan mengalami perubahan emosi, mulai dari mudah marah dan tersinggung, membangkang, emosi tidak stabil dan kehilangan nafsu makan. Dampak NAPZA terhadap perilaku menunjukkan hal-hal negatif seperti mencuri, menyendiri di tempat gelap, mudah ketakutan, berbohong, ingkar janji dan lainnya (Anggraeni, 2015).

Bagaimana mencegah penyalahgunaan miras dan NAPZA?

Sesungguhnya Islam adalah agama penyelamat dan Rahmatan lil’alalmin. Perintah mencegah penyalahgunaan miras dan NAPZA sudah tertuang di dalam Al-Qur’an ribuan tahun sebelum dibuatnya Undang-Undang oleh manusia.

الْخَبَائِثَ عَلَيْهِمُ وَيُحَرِّمُ الطَّيِّبَاتِ لَهُمُ وَيُحِلُّ

Artinya  : “Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk” (QS. Al A’rof: 157).

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنصَابُ وَالْأَزْلٰمُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya  : “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan” (QS: Al-Ma’idah: 90).

Kemudian bagaimana dengan mereka yang sudah terlanjur terperangkap oleh miras dan NAPZA ? BertobAtlah untuk tidak mengulanginya lagi dan datanglah ke tempat rehabilitasi untuk mendapatkan terapi dari tenaga ahli yang terpercaya.

Wallahu a’lam bi showab.

Daftar Pustaka
  1. Dasgupta, A., 2011, The Science of Drinking How Alcohol Affects Your Body and Mind, I anham: Rowman & Littlefield
  2. Putra, A., 2012, Pengaruh Alkohol terhadap Kesehatan, SEMAS FMIPA UNDIKSHA.
  3. https://zulliesikawati.wordpress.com/tag/napza/
  4. http://www.bnn.go.id/read/artikel/11867/dampak-langsung-dan-tidak-langsung-penyalahgunaan-narkoba
  5. Anggraeni, D., 2015, Dampak bagi Pengguna Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) di Kelurahan Gunung Kelua Samarinda Ulu, journal Sosiologi, 3(3): 37-51

Artikel ini pernah dimuat di Rubrik Kesehatan Majalah Mentari Bulan 3 Tahun 2018, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

Gambar Bahaya Miras dan Napza Bagi Tubuh Manusia
Jurnalis Jamaah
Jamaah Muhammadiyah (pimpinan, anggota, simpatisan dan pegawai) yang mengirim artikel dan berita ke redaksi Majalah Mentari dan PDMJOGJA.ORG. Artikel dan berita ini ditulis oleh penulis lepas / kontributor tidak tetap | Artikel dan berita yang ditulis adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi. Untuk mengirim tulisan silahkan kunjungi link berikut : pdmjogja.org/kirim-tulisan/.

UPDATE

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...