Awas Banyak “Kuman” Disekitar Kita

Oleh : Nini Mudha Al-Lubna (Anggota Komunitas Tinta Emas)

Yang paling dekat…..kematian / Yang paling ringan…..meninggalkan sholat / Yang paling tajam…..lidah / Yang paling jauh….massa lalu / Yang paling berat…menjaga amanah

Kuman penyakit banyak beterbangan di sana-sini.  Jika tidak hati-hati bisa jadi kitalah yang akan mendapat sasaran tembaknya hingga akhirnya jatuh sakit. Agar tidak sakit tentunya kita harus rajin menjaga kebersihan dan kesehatan, seperti dengan mandi minimal 2 kali sehari, membersihkan lingkungan tempat tinggal, dan tentu saja bergaya hidup sehat.

Namun kuman yang dimaksud dalam hal ini bukanlah seperti yang dijelaskan sebelumnya. Kuman merupakan kepanjangan dari Kurang Iman atau Kurang Amanah. Bagaimana seseorang yang dipercaya menduduki jabatan tertentu namun tidak mampu menjaga imannya sehingga menjadi tidak amanah, sewenang-wenang, berbuat tidak adil dan hanya memikirkan ‘perut’ sendiri.

Bapak ibu guru di sekolah adalah orangtua bagi anak di sekolah. Jadi seharusnya bapak dan ibu guru menjaga anak didiknya seperti merawat anaknya sendiri di rumah. Mereka juga anak dari para orang tua yang menitipkan (mengamanahkan) agar kita didik menjadi lebih pintar dari sebelumnya. Tetapi terkadang ada yang melupakan amanah yang dipercayakan kepadanya. Mereka lupa bahwa tugas utamanya adalah mengajar dan mendidik anak-anak untuk menjadi lebih baik. Ada sebagian bapak ibu guru lebih suka mengajar anak-anak yang pandai, tunduk pada guru dan anak yang bersikap santun lainnya. Padahal sudah menjadi tugas dan tanggung jawab bapak ibu guru untuk mendidik anak-anak yang kurang baik (ramai di kelas, tawuran, suka berkelahi, dan sebagainya) menjadi lebih baik.

Seandainya para guru selalu menengok ke belakang, mengingat akan tugas utamanya yaitu mengajar dan mendidik maka penyakit ini akan menyingkir dari kehidupan bapak ibu guru. Dengan mengajar dan mendidik yang benar maka bapak ibu akan mengesampingkan tingkah polah anak-anak yang masih dalam usia remaja. Bagaimanapun keadaan mereka bukan dijadikan alasan untuk membiarkan kuman penyakit hinggap dalam tubuh bapak ibu guru.

Memang tidak mudah menjaga amanah yang dibebankan kepada kita. Banyak hal yang dapat menyebabkan kita lupa ingatan akan tanggung jawab apa yang harus dilaksanakan.  Seperti kolusi, korupsi dan juga nepotisme. Tergantung bagaimana menjaga amanah yang telah dipercayakan di pundak kita.

Siapapun kita terlebih guru, jika sampai memiliki kuman (kurang Iman) dalam dirinya, maka tidak akan mampu mencetak siswa yang beriman kuat. Bagaimana mungkin seorang guru mampu mendidik putra-putrinya menjadi anak yang sholeh, jujur dan amanah sementara mereka sendiri melanggar hal tersebut?

Sebenarnya jika sebagian guru tidak memiliki penyakit seperti “kuman” tentu akan mampu melewati pekerjaan tersebut dengan baik. Ia tidak akan menjadi kambing yang siap disetir oleh sang penggembala. Mari sama-sama kita berantas kuman-kuman yang berkeliaran di sekitar kita.

Salah satu amanah yang harus dijaga adalah anak didik yang dititipkan kepada guru
Salah satu amanah yang harus dijaga adalah anak didik yang dititipkan kepada guru (Sumber gambar : klik disini)

Artikel ini pernah dimuat di Rubrik Opini Majalah Mentari Bulan 8 Tahun 2013, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...

Artikel Terkait