Peserta Ideopolitor MPK PDM Kota Yogyakarta

PDMJOGJA.ORG – Sleman, Ketika tahun 1945, dua pulau terbesar di Jepang luluh lantak karena bom atom. Indonesia pun tengah hancur, bukan karena bom, tetapi karena sedikit gesekan antara kaum muda dan kaum tua, yang sebenarnya gampang untuk selesaikan. Tidak seperti Jepang, setelah 70 tahun merdeka, Indonesia belum mengalami banyak kemajuan, malah sebaliknya, negara banyak mengalami kemunduran. Kemunduran itu antara lain banyaknya Pemimpin yang tidak dijadikan teladan. Banyak pemimpin kita yang berwatak untung rugi, atau di tangkap oleh penegak hukum karena berbagai macam perkara. Kegelisahan tersebut disampaikan oleh Afnan Hadikusumo, anggota DPD RI pada sesi Ideopolitor yang diselenggarakan oleh MPK PDM Kota Yogyakarta (20-22/1).

Saat ini bangsa Indonesia membutuhkan pemimpin yang bisa dicontoh. Inilah yang seharusnya menjadi konsen Muhammadiyah, selain untuk memunculkan ide pembangunan bangsa, juga harus melahirkan pemimpin daerah maupun pusat terbaik yang sesuai dengan ideologi Muhammadiyah. Kita berharap para pemimpin tersebut mampu mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh daerah maupun pusat. Ujar Achid Widhi Rahmanto, Ketua Umum PDM Kota Yogyakarta, pada sesi ideologi dan cita- cita Muhammadiyah.

Sementara itu, Wawan Gunawan, yang mengangkat topik Konsepsi Fikih Siyasah dalam Perjuangan Muhammadiyah, mempertanyakan apakah Muhammadiyah bisa mengentaskan permasalahan sosial bangsa atau di daerah seperti yogyakarta? Tuntutan zaman yang semakin besar harus dijawab oleh Muhammadiyah, karena Muhammadiyah memang lahir sebagai jawaban permasalahan sosial dan karakter bangsa. Ketika hari ini muncul permasalahan, maka Muhammadiyah haruslah terdepan mengurai permasalahan bangsa yang sudah mengurita.

Adapun pada sesi Studi kritis pembangunan kota Yogyakarta dan peluang dakwah kebijakan publik, Ashad Kusuma mendorong Muhammadiyah agar berperan dalam dalam pembuatan kebijakan pemerintahan. Ini dimaksudkan agar pemerintahan berjalan sesuai dengan trek yang ada, dan output kebijakan dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. “Kita melihat bahwa Muhammadiyah bisa berbuat semacam itu” Ujar Ashad. Fakta sejarah menunjukkan Muhammadiyah bisa menjadi partner kerja pemerintah daerah maupun pusat, karena Muhammadiyah memiliki leading sector dari ranting sampai pusat, semua itu bersentuhan dengan masyarakat luas.

Ideopolitor pada tahun ini mengangkat tema “Sinergi Gerakan Dakwah Kebijakan Publik Membangun Jogja Berkemajuan”. Acara tersebut diikuti oleh sekitar 100 peserta yang terdiri dari perwakilan cabang, ortom tingkat daerah, serta unsur pembantu pimpinan. Kegiatan diadakan di balai PMD Kalasan Tirtomartani Kalasan Sleman.

Peserta kajian Ideopolitor PDM Kota Yogyakarta
Peserta kajian Ideopolitor PDM Kota Yogyakarta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.