Amien Rais; Saringan Politik Umat Islam Sering Kurang Tajam

PDMJOGJA.ORG – Kotagede, Sikap apolitis sebagian besar umat islam salah satunya didorong oleh paham sekularisme yang memisahkan urusan kehidupan sosial terhadap agama. Paham ini lahir dari konsep gereja di Eropa masa lalu yang menempatkan urusan politik, kekuasaan, ekonomi sebagai urusan raja di ranah tersendiri yang terpisah dari urusan agama. Sementara agama hanya berkutat dengan permasalahan ritual ibadah saja.

Ceramah Amien Rais di Muhasabah Muhammadiyah

Hingga kini, pemisahan ranah kekuasaan dan agama ini ternyata masih berimplikasi besar terhadap eksistensi dakwah sebagian kelompok islam, termasuk Muhammadiyah, yang menjauhi ranah kekuasaan. Alhasil, praktik politik atau ekonomi yang tidak tersentuh nilai- nilai agama islam. Lebih jauh lagi, situasi ini justru di manfaatkan kalangan lain untuk mendiskreditkan islam dari lingkungan kekuasaan. “ Umat islam saat ini seringkali, saringan politiknya kurang tajam dalam melihat realitas politik.” Ujar Pak Amien.

jamaah muhasabah muhammadiyah

Uraian tersebut adalah petikan dari ceramah yang disampaikan sesepuh Muhammadiyah, Amien Rais, dalam acara Muhasabah PDM Kota Yogyakarta di Masjid Mataram Kotagede (5/6). Agenda ini merupakan agenda bulanan sebagai penggiatan shalat lail dan subuh berjamaah secara bergiliran di PCM se-Kota Yogyakarta yang diselenggarakan oleh LHKP PDM Kota Yogyakarta.

Masih menurut Pak Amien, untuk menghadapi pemilihan walikota kedepan, Muhammadiyah harus medorong terpilihnya pemimpin yang memiliki kualitas terbaik dari kalangan mereka. Dengan munculnya beberapa calon, sudah semestinya dibicarakan agar tidak justru kontraproduktif terhadap kepentingan Muhammadiyah di masa akan datang. Amien menegaskan “ Jika calon lebih dari dua, maka pemenangnya adalah mereka yang memiliki uang terbanyak.”

Agenda Muhasabah PDM Kota Yogyakarta terakhir sebelum bulan Ramadhan ini di hadiri sekitar 300 jamaah yang memenuhi bagian dalam dan serambi masjid Mataram. Acara tersebut juga dihadiri oleh anggota DPD RI Afnan Hadi Kusumo, serta Haryadi Suyuti, Muhammad Syauqi, dan Heru Purwadi, yang ketiganya merupakan kandidat walikota Yogyakarta yang berasal dari kalangan Muhammadiyah.

Pada akhir acara agenda ditutup dengan sarasehan tentang problematika Yogyakarta dengan ketiga kandidat walikota tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...

Artikel Terkait