72 Guru SD Muhammadiyah Ikuti Pembinaan Kreativitas dan Inovasi

PDMJOGJA.ORG – Pakualaman, SD Muhammadiyah di kota Yogyakarta, dari tahun ke tahun, mengalami persaingan yang semakin ketat. Persaingan tersebut antara lain, pertama  munculnya Sekolah Islam Terpadu dengan program unggulan Baca, Tulis dan Hafalan Alquran.

Kedua, kebijakan pemerintah tentang sertifikasi guru yang mensyaratkan satu rombongan belajar minimal 20 siswa, hal ini menyebabkan guru-guru saling bersaing dalam mencari peserta didik baru, bahkan mereka rela mengeluarkan dana pribadi agar dapat memenuhi syarat sertifikasi guru, ketiga beberapa Sekolah Dasar Negeri mulai kreatif mendapatkan kepercayaan masyarakat dengan program SDN plus yaitu menambahkan program Baca, Tulis dan Hafalan Alquran.

Realitas tersebut menuntut perguruan Muhammadiyah untuk berpikir cerdas, bekerja Ikhlas, dan  profesinal agar SD Muhammadiyah di Kota Yogyakarta dapat unggul dalam persaingan ketat tersebut secara bermartabat. Oleh karena itu, Majelis DIKDASMEN PDM Kota Yogyakarta harus berupaya dengan sungguh-sungguh agar SD Muhammadiyah di Kota Yogyakarta dapat menjadi pilihan utama masyarakat untuk mendidik putra-putrinya dengan pendidikan terbaik.

Sebagai bagian dari strateginya, Majelis DIKDASMEN menyelenggarakan Pembinaan Kreativitas dan Inovasi guru SD Muhammadiyah kota Yogyakarta pada (28/6) bertempat di SD Muhammadiyah Sokonandi Komplek 2 Gunungketur. Agenda tersebut melibat utusan dari 36 SD Muhammadiyah se Kota Yogyakarta sejumlah 72 guru.

Menurut ketua panitia kegiatan, Aris Thobirin, kegiatan tersebut bertujuan untuk Meningkatkan kreativitas dan Inovasi guru dalam mengajar agar dapat menciptakan suasana pembelajaran yang Aktif, Kreatif, Inovatif dan Kebermaknaan (AKIK). Hal ini dilakukan dengan pembelajaran yang  menyenangkan dengan tetap menjaga masa emas anak-anak kita untuk bisa bermain dengan ceria, berlatih hidup bersama dan menanamkan ahlaq mulai bagi mereka.

Salah satu out put dari kegiatan tersebut adalah Mampu menuliskan ide kreatif dan inovatif yang telah dilakukan guru dalam bentuk karya ilmiah untuk dapat diikutsertakan dalam berbagai lomba dari tingkat kota sampai tingkat Nasional. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas guru yang bersangkutan agar dapat menambah daya tarik masyarakat untuk menyekolahkan di SD Muhammadiyah tersebut karena banyak guru–gurunya yang berprestasi.

Dalam kegiatan tersebut disampaikan empat materi yaitu Kebijakan dan Program Majelis Dikdasmen PDM oleh DR. Ariswan, Motivasi Pembelajaran Aktif, Kreatif dan Inovatif oleh DR. Dr. H. Dwi Sulisworo, M.T., Best Practise Kreativitas dan Inovasi Pembelajaran oleh Suyanto, S.Pd. dan Best Practise Penulisan Kreativitas dan Inovasi Pembelajaran oleh Dra. Reni Herawati, M.Pd., BI. Kegiatan di bulan Ramadhan ini juga diselingi dengan sholat Dhuha dan Tadarus Al Quran.

72 Guru SD ikuti Pelatihan Inovasi Dikdasmen
72 Guru SD ikuti Pelatihan Inovasi Dikdasmen

Penyampaian Materi oleh Suyanto, S.Pd

Pembinaan Kreativitas dan Inovasi guru SD Muhammadiyah kota Yogyakarta
Pembinaan Kreativitas dan Inovasi guru SD Muhammadiyah kota Yogyakarta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...

Artikel Terkait