5 Hal Penghambat dalam Berorganisasi

Gambar 5 Hal Penghambat dalam Berorganisasi
Drs. AMK Affandi
Staff pengajar di SMP 4 Muhammadiyah Kota Yogyakarta

Berorganisasi menjadi pilihan manakala seseorang telah mentargetkan kesuksesan dalam hidupnya. Berorganisasi dapat membantu tercapainya karier. Kalau ketercapaian telah ditata sedemikian rapi, sehingga setiap tujuan yang digapai mesti sesuai dengan rencana. Biaya dan waktu tak menyimpang jauh dari program. Baginya, berorganisasi menjadi kewajiban untuk mencapai cita-cita. Karena berorganisasi sesungguhnya menjadi tuntunan untuk mengelola  manajemen pribadi.

Tokoh-tokoh masyarakat yang berhasil membawa kemaslahatan di masyarakat, hampir semuanya berawal dari berorganisasi. Bisa dari organisasi : masyarakat (ormas), politik (orpol) ataupun profesi. Sebalikya, bagi organisasi tersebut akan ikut terangkat namanya dan menjadi dambaan bagi orang lain untuk turut serta mengapresiasi. Sehingga terjadi hubungan timbal balik antara institusi dengan sumber daya manusianya.

Namun begitu, ada juga yang gagal mengelola pribadi maupun organisasi. Tujuan hidup tak tercapai, waktu dan tenaga terbuang percuma, organisasinyapun terbengkelai. Maka tidak heran yang tersisa cuma nama belaka. Berikut ini ada 5 macam sebab mengapa pengelolaan organisasi mengalami hambatan. Orang sering melupakan peristiwa yang kelihatannya tampak sepele.

1. Motivasi dan kontinuitas

Penulis teringat nasehat ustadz Muhammad Muqoddas saat mengikuti salah satu tausiahnya. Banyak orang yang masuk organisasi berumur pendek. Artinya orang tersebut tidak lama dalam organisasi itu karena niatnya berubah. Mereka tidak memahami karakteristik sebuah organisasi. Ormas, orpol ataupun organisasi profesi memiliki sifat yang berbeda. Menyamakan karakteristik ketiga macam organisasi itu akan berakibat salah langkah. Ingin kekuasaan masuklah ormas. Meningkatkan karier, organisasi profesi tempatnya.

Niat yang lurus saja tidak cukup. Perlu konsisten dengan niat. Oleh karenannya, organisasi yang bijak, akan selalu melihat kembali sumber daya manusia terhadap visi dan misinya. Loyalitas selalu dipupuk dengan langkah-langkah kekinian. Menatap kedepan tapi selalu berpijak dipondasi organisasi. Organisasi memberikan ruang, SDM nya memanfaatkan potensi dalam organisasi.

2. Gagal Memanfaatkan Jaringan

Jaringan sudah pasti harus ada dalam sebuah organisasi. Semakin banyak jaringan dan selalu insentif dalam melakukan komunikasi, maka semakin hidup organisasi itu. Jaringan harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Organisasi tidak akan diakui oleh orang lain tanpa melakukan dialog yang produktif. Kelambanan organisasi disebabkan tidak mampu menyerap dan mengelola komunikasi. Informasi hanya dianggap sebagai sub bagian tanpa pernah disentuh.

Akibat dari menafikan infomasi dan komunikasi, sebuah organisasi seperti dalam sebuah lorong yang gelap tanpa ada cahaya. Mengalami kebimbangan dalam setiap langkah. Setiap keputusan terasa hambar dan tampak kuno. Orang-orang yang mengendalikanpun terkena imbasnya dari kelambanan menyerap informasi. Gagap terhadap budaya, tidak familier dengan perkembangan masyarakat, tidak menguasai teknologi, dipermainkan oleh politik.

3. Tata tertib yang kurang produktif

Dalam sebuah organisasi tata tertib sangat vital. Organisasi dapat melemah atau bubar akibat dari tidak ditegaknya peraturan. Tanpa aturan, organisasi akan seperti hukum rimba. Aturan akan menempatkan segala sesuatunya sesuai dengan tempatnya. Aturan dibuat agar roda organisasi menjadi harmonis. Namun yang perlu diperhatikan adalah aturan yang dibuat, agar tidak memasung kreatifitas. Sebab biasanya tata tertib berhubungan erat dengan tradisi. Bila tradisi tidak sejalan dengan perkembangan masyarakat, maka sama saja tata tertib itu mematikan inovasi.

Menghormati tradisi adalah sebuah budaya yang patut dilestarikan. Tradisi ada kalanya membawa stabilitas, namun tradisi yang sudah usang mestinya harus disimpan. Memang musuh utama tradisi adalah perubahan. Kekhawatiran yang berlebihan terhadap aturan atau tata tertib, mencerminkan ketakutan kalau terjadi kekacauan. Tata tertib sangat diperlukan. Kreatifitas juga dibutuhkan. Namun itu semua sebagai sarana. Bukan tujuan.

4. Menutup Potensi

Organisasi pasti memiliki potensi. Minimal adalah manusia dan sarana meskipun sederhana. Penggalian potensi dalam tubuh organisasi harus dilakukan. Karena kalau hanya mengandalkan faktor dari luar tidak akan optimal. Laju organisasi akan tersendat-sendat. Janganlah bersifat pragmatis yang melihat apa adanya. Kegagalan dalam melihat diri sendiri ditandai dengan sikap sekenanya. Tidak ada skenario untuk mengangkat sedikitpun agar lebih baik. Bagai ikan yang pingsan, terbawa oleh arus air.

Kreatifitas harus diciptakan oleh setiap lini. Penggalian bakat yang dimiliki oleh sumber daya manusianya harus diangkat kepermukaan, agar mampu bersaing dengan organisasi lain. Sifat spesifik justru menjadi tuah yang berharga. Karena disaat medan persaingan semakin sengit, sifat keunikan menjadi pembeda. Orang lain lebih tertarik dengan hal-hal yang berbau aneh.

5. Tidak memberi ruang untuk Inovasi

Sering kita jumpai orang yang memiliki ide yang cemerlang. Sekilas tampak usil dan nakal. Tapi cobalah untuk mengkorelasikan dengan perilaku kehidupan masyarakat dewasa ini. Bukan dihubungkan dengan kebiasaan dalam organisasi. Ide yang kreatif ini bila dibangun dengan komunikasi yang moderat, dengan pikiran yang jernih dan lapang, niscaya akan menghasilkan sebuah gagasan yang baik. Sangat cocok untuk membawa organisasi di tengah kancah kompetisi yang kian ketat.

Gambar 5 Hal Penghambat dalam Berorganisasi
Inovasi sangat cocok untuk membawa organisasi di tengah kancah kompetisi yang kian ketat (Sumber gambar : klik disini)

Artikel ini pernah dimuat di Rubrik Manajemen Majalah Mentari Bulan 2 Tahun 2015, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

UPDATE

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...